Pendapatan 2016 Rukun Raharja Ditargetkan US$199,31 Juta

Manajemen PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menargetkan dapat mencapai pendapatan sebesar US$199,31 juta triliun pada 2016. Target tersebut, sekitar 4,21% lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pendapatan sebesar US$191,24 pada tahun 2015.

 

Direksi RAJA dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/11) mengemukakan, pendapatan perseroan pada tahun 2016 terutama akan didukung oleh penjualan gas yang dilakukan oleh anak usaha perseroan nanti.

 

Hingga September 2015, menurut direksi, RAJA membukukan pendapatan sebesar US$147,01 juta, naik 1% dari US$145,55 juta per September 2014. Kontributor terbesar pendapatan RAJA per September 2015 dari distribusi gas alam US$140,925 juta. Ini, naik 6,86% dibanding pendapatan distribusi gas US$131,872 juta per September 2014.

Direksi RAJA menjelaskan, per September 2015, RAJA tidak mencatat pendapatan dari distribusi dan akivitas gas alam cair. Padahal, di periode sama 2014, RAJA mencatat pendapatan distribusi dan aktivitas gas alam cair US$4,474 juta. Sementara pendapatan transmisi dan kompresi gas turun 47,4% menjadi US$2,022 juta dari US$3,845 juta. Berikut pendapatan lainnya berkurang 24% menjadi US$4,064 juta dari US$5,353 juta.

Pendapatan yang berkurang membuat laba RAJA turun 10,15% menjadi US$5,49 juta dari US$6,11 juta. Penurunan laba ini disebabkan oleh peningkatan beban administrasi bank sebesar 379% menjadi US$1,058 juta dan rugi selisih kurs sebesar US$816 ribu. Harga saham Rukun Raharja (RAJA) pada perdagangan di BEI, Rabu (11/11) tercatat Rp840 per unit, tidak berubah dibanding harga penutupan sehari sebelumnya. (*)