ANALIS : Indeks Hari Ini Cenderung Melemah

foto : istimewa

Pasardana.id - Pada perdagangan hari ini, Jumat (11/11/2016), IHSG diperkirakan mengalami konsolidasi dengan kecenderungan mengalami pelemahan pada range harga 5,380 ââÅ¡¬“ 5,480.

Menurut Research & Analyst PT Corfina Capital, Putu Wahyu Suryawan, investor masih melihat perkembangan ekonomi Indonesia di sisa tahun 2016 cederung mengalami perlambatan, dan investor harus tetap memperhatikan resiko yang ada. 

Meskipun, lanjut Putu, Menteri Keuangan Sri Mulyani yakin realisasi belanja hingga akhir tahun akan di atas 96% dari target.

Dijelaskan, dalam hitung-hitungan pemerintah, sepanjang triwulan IV nanti pemerintah akan mendorong realisasi belanja hingga Rp 600,6 triliun dan penerimaan negara yang akan terhimpun Rp 486,1 triliun.

Jumlah itu sudah memperhitungkan pemangaksan anggaran yang dilakukan terhadap anggaran transfer daerah dan belanaj Kementerian/Lembaga (K/L).

Dengan perhitungan itu, ada sisa pembiayaan yang harus dilakukan sekitar Rp 214,5 triliun. Jumlah itu rencananya akan dialokasikan untuk menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik dan luar negeri.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Tetapi Investor perlu mewaspadai pergerakan EIDO pada hari ini, dimana EIDO mengalami pelemahan cukup signifikan sebesar -4.53% dan pada perdagangan kemarin, setelah Investor Asing masih mencatatkan net sell sebesar -276.7 milyar, ketika IHSG mengalami penguatan,ââÅ¡¬ jelas Putu kepada Pasardana.id, di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Terlihat bahwa Investor Asing masih melakukan aksi profit taking dan menunggu kepastian kebijakan dari Donald Trump,ââÅ¡¬ sambung dia.

Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin, 10 November 2016, IHSG tercatat mengalami peningkatan sebesar +35.985 poin atau sebesar +0.665% pada level 5,450.306.

Penguatan terjadi karena sentiment dari terpilihnya Donald Trump, sebelumnya pasar khawatir apabila Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, karena beberapa kebijakan pada masa kampanye dinilai cukup kontroversial dan merugikan partner perdagangan seperti Indonesia.

Tetapi pada pidato kemenangannya, Donald Trump justru lebih tenang dan mengajak seluruh petinggi Amerika Serikat untuk bersama mendamaikan Amerika Serikat. Hal tersebut menyebabkan IHSG mengalami rebound.