Nikkei Menguat Akhiri Pekan
Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, menguat mengakhiri pekan. Angka indeks meningkat 30,37 poin, atau sekitar 0,18 persen, pada Jumat (11/11/2016) dari sesi sebelumnya, menjadi 17.374,79.
Dalam sesi perdagangan hari ini, Nikkei sempat menguat sampai 17.621,73, level tertinggi sejak 2 Februari lalu. Dalam sepekan, angka indeks meningkat 2,8 persen, peningkatan tertinggi mingguan sejak awal September.
Ekspektasi akan peningkatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dalam pemerintahan Presiden Donald Trump memicu pembelian di pasar saham Negeri Paman Sam, begitu juga di Jepang. Pasalnya, prioritas Trump dalam pemerintahannya termasuk pemotongan pajak dan peningkatan belanja infrastruktur dan pertahanan.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Para investor memiliki harpaan pasar akan memasuki era baru. Namun, pasar akan tetap sensitif terhadap komentar dan perilaku Trump ke depannya. Jika ia mengulangi apa yang ia katakan saat kampanye tentang kebijakan moneter atau aliansi Jepang-AS, maka pasar akan terguncang,ââÅ¡¬ kata Kyoya Okazawa, kepala analis pasar global dan derivatif komoditas BNP Paribas kepada Reuters.
Saham sektor finansial meroket hari ini, saham Dai-ichi Life Holdings meningkat 8,8 persen, saham MS&AD Insurance naik 2,3 persen, dan saham Mitsubishi UFJ Financial Group melonjak 9,0 persen.
Saham perusahaan produsen logam non besi juga meningkat, dengan saham Mitsubishi Materials Corp meningkat 6,9 pesen dan saham Dowa Holdings naik 4,0 persen setelah harga tembaga meningkat lebih dari 5 persen mencapai harga tertinggi dalam 16 bulan terakhir setelah munculnya spekulai pemerintahan AS di bawah kendali Trump akan meningkatkan belanja konstruksi.
Indeks Topix juga menguat mengakhiri pekan, dengan kenaikan 0,1 persen menjadi 1.378,28. Sedangkan indeks JPX-Nikkei 400 naik 0,3 persen menjadi 12.383,44.
Indeks Kospi di Bursa Efek Korea melemah 18,17 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 1.984,43. Indeks Shanghai Composite di Tiongkok naik 24,76 poin, atau sekitar 0,78 persen, menjadi 3.196,04. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 308,02 poin, atau sekitar 1,35 persen, menjadi 22.531,09.

