AIG Perkirakan Kerugian US$3 Miliar pada Kuartal III 2017
Pasardana.id - American International Group (AIG) pada Senin (9/10/2017) menyatakan perkiraan kerugian mencapai US$3 miliar, atau sekitar Rp40 triliun, pada kuartal III 2017 akibat berlangsungnya Badai Harvey, Topan Irma, dan Topan Maria. Akibatnya saham AIG anjlok 1,7 persen pada sesi perdagangan Senin.
Seperti dilansir Reuters, perusahaan asuransi Amerika Serikat tersebut memperkirakan kerugian sebelum pajak sebesar US$1 miliar dari masing-masing Badai Havey dan Topan Irma.
Sedangkan kerugian sebelum pajak dari Topan Maria mencapai US$700 juta dan dari bencana lainnya, seperti gempa bumi di Meksiko, mencapai US$150 juta.
Para analis Morgan Stanley menyebut kerugian yang dialami AIG sedikit lebih tinggi dari perkiraan mereka US$2,5 miliar. Namun kerugian tersebut masih bisa diatasi AIG karena nilainya hanya sekitar 2,6 persen dari nilai buku perusahaan.
Para analis yang memberikan rangking overweight terhadap saham AIG tersebut juga menyatakan persediaan dana AIG sekitar US$3,5 miliar dalam bentuk tunai dan investasi jangka pendek dapat mengatasi kerugian yang terjadi di kuartal III.
Perusahaan-perusahaan asuransi dan reasuransi secara umum mengalami kerugian akibat berbagai badai dan topan yang melanda AS maupun beberapa wilayah di Karibia. Perusahaan asuransi Swiss Chubb Ltd memperkirakan kerugian setelah pajak dari dampai Badai Harvey dan Topan Irma mencapai US$1,28 miliar.
Perusahaan reasuransi Jerman Munich Re menyebut pengaruh Badai Harvey dan Topan Irma menyebabkan target labanya tahun ini kemungkinan tak tercapai tahun ini.
Morgan Stanley memperkirakan kerugian industri asuransi global akibat berbagai bencana alam yang terjadi mencapai US$100 miliar tahun ini.

