Bursa Asia Alami Pelemahan
Pasardana.id - Bursa saham Asia mengalami pelemahan pada Selasa (12/12/2017) setelah para investor memilih untuk melakukan aksi wait-and-see jelang berlangsungnya pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat yang diperkirakan akan menghasilkan peningkatan suku bunga. Seperti dilaporkan Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen hari ini setelah sempat meningkat 2 persen dalam tiga sesi sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melemah 72,56 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 22.866,17. Saham large cap KDDI Corp dan Fanuc Corp masing-masing merosot 1,3 dan 1,1 persen.
Di sektor pertambangan dan pengapalan, saham Inpex Corp, Mitsui OSK Lines, dan Kawasaki Kisen masing-masing melonjak 3,5 persen, 1,9 persen, dan 1,5 persen. Saham perbankan, sekuritas, dan asuransi diwarnai penguatan dengan saham Mitsubishi UFJ Financial Group, Nomura Holdings, dan Dai-ichi Life Holdings masing-masing naik 2,3 persen, 1,2 persen, dan 0,8 persen.
Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 10,49 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 2.461 akibat aksi jual investor asing. Saham Samsung Electronics naik 0,62 persen, sedangkan saham SK Hynix anjlok 1,14 persen.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 41,38 poin, atau sekitar 1,25 persen, menjadi 3.280,81. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 171,41 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 28.793,88.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia meningkat 14,90 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 6.013,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam menguat.
Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar Amerika Serikat melemat tipis terhadap yen Jepang menjadi 113,48 yen per dolar AS. Sedangkan terhadap won Korsel menguat tipis menjadi 1.092,40 won per dolar AS.

