Indeks Kospi Melonjak 1,44 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 29,60 poin, atau sekitar 1,44 persen, pada Rabu (12/12/2018), menjadi 2.082,57. Volume perdagangan moderat mencapai 439,40 juta saham senilai 5,29 triliun won atau sekitar US$4,69 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 652 berbanding 190.

Investor institusi melakukan pembelian saham senilai 311,3 miliar won, sedangkan investor ritel dan asing masing-masing melakukan penjualan saham senilai 267,7 miliar won dan 46,5 miliar won.

“Kabar bahwa CFO Huawei Technologies Meng  Wenzhou dibebaskan setelah membayar uang jaminan meredakan kekhawatiran para investor akan kondisi hubungan Amerika Serikat-Tiongkok,” kata Lee Kyung-Min, analis Daeshin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Mengingat Kospi telah undervalued, angka indeks diperkirakan akan menikmati momentum peningkatan meski diwarnai volatilitas yang disebabkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan perekonomian global,” jelasnya.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,5 persen dan saham SK Hynix melambung 2 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion melambung 2,95 persen dan saham Samsung BioLogics naik 0,13 persen.

Saham perusahaan otomotif meningkat terpengaruh kabar yang menyebutkan bahwa Tiongkok berencana untuk memangkas tarif untuk mobil. Saham Hyundai Motor melambung 6,28 persen setelah mengumumkan terjadinya pergantian eksekutif dan rencana investasi untuk mengembangkan teknologi fuel cell. Saham Kia Motors melonjak 3,03 persen.

Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom anjlok 1,57 persen dan saham perusahaan utilitas Korea Electric Power Corporation anjlok 1,84 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 1,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.128,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diwarnai sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang  melonjak 1,31 persen.

Indeks S&P/ASX di Bursa Australia naik 77,60 poin, atau sekitar 1,39 persen, menjadi 5.653,50. Bursa saham Asia Tenggara diliputi pergerakan naik, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 8,06 pon, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 2.602,15. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 415,04 poin, atau sekitar 1,61 persen, menjadi 26.186,71.