Indeks Kospi Turun 0,86 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 17,55 poin, atau sekitar 0,86 persen, pada Kamis (10/10/2019), menjadi 2.028,70. Volume perdagangan moderat mencapai 438,5 juta saham senilai 5,4 triliun won atau sekitar US$4,5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik menjadi 527 berbanding 257.
Indeks Kospi turun seiring mencuatnya kekhawatiran terhadap gagalnya pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok menghasilkan kesepakatan dagang yang signifikan. “Kekhawatiran terkait perundingan AS-Tiongkok meliputi pasar saham Korea Selatan,” jelas No Dong-Kil, analis NH Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing melakukan aksi jual untuk sesi kedelapan beruntun, hari ini melepas saham senilai 165,7 miliar won. Investor individu membeli saham senilai 229,5 miliar won, sedangkan investor institusi menjual saham senilai 96 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melemah 0,72 persen dan 2,35 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing anjlok 2,32 persen dan 3,31 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 3,10 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.196,20 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,24 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 0,40 poin menjadi 6.547,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Singapura, Malaysia, dan Thailand melemah.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 22,85 poin, atau sekitar 0,78 persen, menjadi 2.947,71. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong menguat tipis 18,03 poin, atau sekitar 0,07 persen, menjadi 25.700,84.

