Indeks Kospi Melemah 0,61 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melemah 13,14 poin, atau sekitar 0,61 persen, pada Senin (11/11/2019), menjadi 2.124,09. Volume perdagangan moderat mencapai 610 juta saham senilai 5,27 triliun won atau sekitar US$4,52 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 475 berbanding 345.
Indeks Kospi melemah seiring kembali mencuatnya kekhawatiran pasar terhadap hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Presiden AS Donald Trump pekan lalu menyatakan AS tidak menyetujui beberapa pembatalan tarif terhadap produk yang diimpor dari Tiongkok.
“Ketidakpastian yang meliputi negosiasi dagang AS-TIongkok berdampak buruk terhadap pasar saham setempat. Komentar Trump terutama paling berpengaruh terhadap para investor,” jelas Noh Dong-Kil, analis NH Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 173,6 miliar won dan 1,4 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 144,3 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 0,96 persen dan 1,22 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melemah 0,4 persen. Di sisi lain, saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics melambung 2,44 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 9 won menjadi 1.166,6 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 48,40 poin, atau sekitar 0,72 persen, menjadi 6.772,50. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai pelemahan, termasuk juga di Indonesia.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 54,21 poin, atau sekitar 1,83 persen, menjadi 2.909,97. Indeks Hang Seng terjun 724,59 poin, atau sekitar 2,62 persen, menjadi 26.926,55.

