Survei HSBC: Perusahaan-Perusahaan di ASEAN Bersemangat untuk Ramah Lingkungan
Pasardana.id - Perusahaan-perusahaan Asia Tenggara menempati peringkat teratas secara global dalam hal prospek pertumbuhan dan tanggung jawab keberkelanjutan yang dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa.
Namun, komitmen ini perlu direalisasikan secara praktis, menurut HSBC.
Temuan ini didapat dari survei HSBC bertajuk ‘Navigator: Now, next and how’, yang dirilis Kamis (12/12/2019). Survei ini melibatkan lebih dari 9.100 perusahaan di 35 negara dan wilayah, termasuk pandangan para pembuat keputusan kunci di 2.299 perusahaan di Asia Tenggara.
Survei Navigator mengungkapkan bahwa 81% perusahaan di Asia Tenggara memproyeksikan pertumbuhan bisnis pada tahun depan (lebih tinggi dari rata-rata global: 79%).
Selain itu, 76% perusahaan Asia Tenggara yang disurvei percaya bahwa mereka memiliki peran dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) PBB, dibandingkan dengan rata-rata global 63%.
Optimisme dari perusahaan-perusahaan Asia Tenggara mencerminkan pertumbuhan dan demografi yang menguntungkan di wilayah tersebut.
Secara kolektif,PDB 10 negara-negara gabungan ASEAN mencapai hampir US$3 triliun pada tahun 2018 - lebih tinggi dari Inggris, Perancis atau India, dan kawasan ini telah mengalami tingkat pertumbuhan hingga 5% selama beberapa tahun.
Namun, kasus untuk pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara tidak dapat disangkal mengingat wilayah ini semakin nyata terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional.
Sebagai contoh, Lloyd memperkirakan bahwa ada risiko kehilangan US$22,5 miliar dari PDB hanya karena dampak bencana banjir di kota-kota Asia Tenggara saja.
Jika dibiarkan tidak terselesaikan, Bank Pembangunan Asia memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat mengurangi PDB Asia Tenggara sebesar 11% pada akhir abad ini.
Head of International and Head of Strategy & Planning, HSBC Asia-Pacific Matthew Lobner mengatakan, ASEAN merupakan ‘rumah’ bagi beberapa bisnis yang paling optimis di dunia dan perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi ini sangat menyadari bahwa tujuan keberlanjutan dan komersial berjalan seiring.
“Melihat perusahaan-perusahaan Asia Tenggara mempunyai minat terhadap SDGs PBB memang menyenangkan, namun harus menjadi tindakan yang nyata. Manakala investor dan pemerintah meningkatkan fokus mereka pada keberlanjutan, perusahaan pun sekarang harus memberikan fokus pada hal ini,” ujar Matthew.
Sementara Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Sumit Dutta menyampaikan, keberlanjutan akan mendorong nilai dan membantu mengamankan kelangsungan bisnis jangka panjang, dan kegagalan untuk melakukan sebuah tindakan sekarang dapat sangat menghambat peluang pertumbuhan Indonesia.
“Sementara itu, kemajuan pesat sudah dibuat. Lima tahun kedepan merupakan waktu yang penting bagi bisnis untuk memastikan bahwa keberlanjutan tertanam di seluruh lini bisnis dan juga mata rantai mereka,” jelasnya.

