Indeks Kospi Melonjak 1,35 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 33,04 poin, atau sekitar 1,35 persen, pada Rabu (11/11/2020), menjadi 2.485,87. Volume perdagangan mencapai 1,3 miliar saham senilai 18 triliun won atau sekitar US$16,2 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 575 berbanding 290.
Indeks Kospi melonjak ke angka penutupan tertinggi sejak Desember 2018 dipicu optimisme yang dimiliki para investor terhadap vaksin virus Corona (COVID-19) yang dikembangkan Pfizer.
Vaksin tersebut diklaim memiliki tingkat keefektifan 90 persen sehingga diharapkan mampu menghentikan berlangsungnya pandemi. Setelah vaksinasi dilakukan, proses pemulihan ekonomi dunia pun segera dapat digulirkan.
“Perkembangan terbaru terkait vaksin COVID-19 mendongkrak angka indeks. Saham-saham yang sensitif terhadap ekonomi dan ekspor mengalami peningkatan yang signifikan,” kata Seo Jeong-Hoon, analis Samsung Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 834 miiar won dan 402 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 1,2 triliun won. Investor asing melakukan aksi beli untuk sesi kelima beruntun.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 1,83 persen dan 0,58 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing anjlok 1,42 persen dan 3,94 persen.
Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing melonjak 1,2 persen dan 7,23 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor menanjak 1,15 persen.
Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing melemah 1,06 persen dan 0,14 persen.
Nilai tukar won menguat ke level tertinggi dalam 23 bulan terakhir terhadap dolar AS, naik 5,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.110 won per dolar AS.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melonjak 109,20 poin, atau sekitar 1,72 persen, menjadi 6.449,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand, Indonesia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Malaysia, Singapura, dan Filipina melemah.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 17,95 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 3.342,20. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 74,50 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 26.226,98.

