MAPI Catat Rugi Bersih 9M21 Senilai Rp114,8 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Mitra Adiperkasa Tbk (IDX: MAPI), peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia, mengumumkan pencapaian kuartal ke-3 yang melemah sebagai dampak dari penutupan sebagian besar gerai di Indonesia pada bulan Juli hingga pertengahan Agustus akibat lonjakan kasus varian Delta COVID-19 yang sangat signifikan.

Namun, relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada bulan September, ditambah dengan kenaikan tajam dalam penjualan eCommerce, mendorong pemulihan yang kuat terutama pada beberapa minggu terakhir dalam kuartal tersebut.

Hal itu meningkatkan optimisme perusahaan, namun tetap berhati-hati untuk menghadapi kuartal ke-4.

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda menyatakan, selama 18 bulan pandemi, pihaknya telah melakukan transformasi bisnis perusahaan dan membangun MAP baru, yang fokus pada keterlibatan dan pemberian reward kepada pelanggan melalui aplikasi MAPCLUB.

MAP juga telah memperkenalkan kategori pertumbuhan baru seperti Health and Beauty, lifestyle electronics, pilihan F&B baru yang menarik, serta pakaian santai untuk WFH.

Langkah tersebut telah memperbarui model bisnis MAP, meningkatkan pengalaman pelanggan perseroan dan memperkuat tekad perusahaan menuju pertumbuhan yang lebih agresif pada tahun 2022.

"Tujuan MAP untuk menawarkan 'kenyamanan dan pilihan' kepada para konsumen, melalui loyalty program dan model multi-channel unified retail kami, mendapat dukungan kuat dari para pelanggan selama periode yang penuh tantangan ini,” ujar Ratih, seperti dilansir dari siaran pers, Rabu (10/11).

Tercatat, pada 9M’21, pendapatan bersih Perseroan meningkat 18,3% YoY menjadi Rp12,1 triliun, dengan margin laba kotor 41,6%.

Laba usaha MAPI melonjak sebesar 194% YoY menjadi Rp388,4 miliar, sementara EBITDA naik 43,4% ke Rp2,0 triliun.

Dari segi bottom line, perusahaan membukukan rugi bersih senilai Rp114,8 miliar, merupakan perbaikan dari rugi bersih Rp672,5 miliar pada 9M'20.

Penjualan MAP mengalami penurunan sebesar 13,2% pada kuartal ke-3 dibandingkan tahun lalu, dikarenakan penutupan sementara gerai yang berdampak signifikan pada kelangsungan usaha.

Perusahaan mengungkapkan bahwa penurunan margin laba kotor sebesar 230 bps pada Q3'21 dibandingkan 40,5% pada Q3'20, merupakan dampak dari fokus perusahaan pada health and clearance inventory.

MAP memanfaatkan kanal online milik perusahaan dan marketplace yang terus berkembang pesat untuk memaksimalkan pendapatan selama periode PPKM.

Perseroan melihat jumlah konsumen yang meningkat pesat pada bulan September, dikarenakan jam operasional gerai yang hampir mendekati normal dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Para konsumen sangat ingin menikmati kembali pengalaman berbelanja secara utuh dari beragam penawaran menarik MAP, mulai dari Restoran hingga Fashion, Sports & Leisure, Kids, Health and Beauty, Department store, dan perangkat Digital.

Dengan tingkat kunjungan mal yang masih rendah, MAP sepenuhnya memanfaatkan MAPCLUB loyalty program untuk memaksimalkan keterlibatan pelanggan melalui portofolio gerai offline dan online.

Nilai transaksi rata-rata anggota MAPCLUB lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan nilai transaksi non-anggota, yang menggambarkan nilai keterlibatan langsung konsumen.

Sementara itu, perusahaan mencatat hampir 2 juta unduhan aplikasi MAPCLUB yang baru di-update, seiring dengan usahanya dalam memperluas jangkauan ke konsumen selama minggu-minggu terberat PPKM.

Penjualan digital tumbuh sebesar 48,1% untuk 9M dipicu oleh usaha perusahaan dalam mempromosikan beragam gerai online-nya mulai dari MAPCLUB, Zara, Planet Sports, Kidz Station, Tumi, Skechers, hingga produk Apple dari Digimap.

Sementara itu, penjualan dari delivery F&B meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

MAP tetap yakin dan berkomitmen kuat pada 2 strategi utamanya, yang memungkinkan perusahaan mencapai tujuan dalam menghasilkan kinerja keuangan jangka panjang secara konsisten.

Pertama, memanfaatkan potensi MAPCLUB REWARDS untuk mendorong keterlibatan pelanggan yang lebih baik dan tingkat konversi penjualan yang lebih tinggi.

Kedua, melanjutkan investasi di bisnis dan merek baru, serta pasar ASEAN untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan secara penuh.

“Pada dasarnya, MAP adalah ‘Shopping for Everyone’, dan masa terbaik kami masih akan datang," pungkas Ratih.