Berencana Tebar Dividen, SICO Layak Dicermati

Foto : Dok. SICO

Pasardana.id - PT Sigma Energy Compressindo Tbk (IDX: SICO) menambah deretan emiten baru yang telah mengumumkan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2022, atau tahun pertama menjadi perusahaan tercatat di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama SICO, Benny mengatakan, telah mengusulkan pembagian dividen interim tahun 2022.

Ia juga mengusulkan peningkatan rasio pembayaran dividen tunai dari 15 persen menjadi paling besar 30 persen dari laba bersih tahun 2022 pada RUPSLB yang digelar tahun 2023.

“Pandangan optimis ini didasarkan atas pencapaian laba bersih Perseroan per Q2 2022 yang membukukan laba bersih sebesar Rp 4,3 milyar, atau telah mencapai 70 persen dari laba bersih tahun 2021,” jelas Benny beberapa waktu lalu.

Hal itu didukung pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral c.q. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang optimis perekonomian Indonesia dapat segera pulih, yang dituangkan dalam target-target kinerja tahun 2022, dimana Investasi migas ditargetkan sebesar USD22,59 miliar.

"Kami optimis kegiatan usaha migas dapat terus membaik sehingga menargetkan investasi migas tahun 2022 sebesar US$22,59 miliar," ujar Sesditjen Migas, Alimuddin Baso akhir bulan lalu.

Menanggapi hal itu, Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, SICO sebaiknya dicermati di batas bawah 180.

Jika pelemahan tertahan pada level tersebut, berpotensi melonjak. Sebaliknya, jika pelemahan masih berlanjut, break low 180 menjadi validasi berlanjutnya bearish reversal trend.

Posisi saham SICO resistance 2 : di 204, Resistance : 193, Support : 180 dan Support 2 : 165.

Untuk diketahui, pada perdagangan hari ini, Jumat, 11 November 2022,, saham SICO bergerak menguat dari harga pembukaan di 181 menuju 189 atau naik 4,42 persen setara 8 poin dengan frekuensi sebanyak 7.679 kali, volume saham ditransaksikan sebanyak 52,40 juta lembar saham dan nilai transaksi mencapai 9,82 miliar.

Harga tertinggi hari ini sempat menyentuh 193 per saham.

Adapun saham SICO sempat mengalami lonjakan harga ke level Rp306 pada penutupan perdagangan 20 Oktober.

Fluktuasi saham SICO bergerak atraktif,

Sebagai contoh, pada 26 Oktober lalu, bergerak di range Rp232 - Rp272 per saham dengan volume saham ditransaksikan sebanyak 215.923.800 saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp. 53,96 miliar dan frekuensi sebanyak 40.594 kali.

Dan pada Rabu, 9 November 2022 lalu, saham SICO bergerak pada range Rp187 - Rp195 per saham dengan volume saham ditransaksikan sebanyak 30.142.800 lembar dengan nilai transaksi Rp5,70 miliar dan frekuensi sebanyak 3.231 kali.