INTP Siapkan Semen Ramah Lingkungan Bangun IKN
Pasardana.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk(IDX: INTP ) siap memasok kebutuhan semen ramah lingkungan dalam rangka pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Direktur Utama INTP, Christian Kartawijaya menegaskan, komitmen untuk memproduksi produk semen ramah lingkungan yang rendah emisi CO2, karena telah menargetkan penurunan emisi menjadi 575 kg CO2/t cement equivalent pada 2025 dan 490 kg CO2/t cement equivalent pada 2030.
“Produk hijau kami siap memasok kebutuhan semen untuk membangun IKN,” kata dia kepada media, Jumat (11/11/2022).
Sementara itu, dalam sembilan bulan pertama tahun 2022, INTP membukukan pendapatan sebesar Rp11,66 triliun atau tumbuh 9,9 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp10,608 triliun karena kenaikan harga jual pada Maret, Juni, dan September hingga Oktober 2022.
Padahal, dari sisi penjualan domestik yang terdiri dari semen dan klinker secara keseluruhan tercatat sebesar 12,4 juta ton pada Kuartal III/2022, atau turun 2,3 persen dari volume Kuartal III/2021.
Volume penjualan semen domestik tanpa klinker tercatat sebesar 11,5 juta ton, atau turun 3,6 persen dibandingkan volume pada Kuartal III/2021 yang menyebabkan pangsa pasar domestik perseroan menjadi 24,8 persen.
Penjualan ekspor menurun 17,5 persen dari 333 ribu ton pada Kuartal III/2021 menjadi 275 ribu ton di Kuartal III/2022.
Sedangkan beban Pokok Pendapatan pada Kuartal III/2022 meningkat 17 persen dari Rp7,016 triliun menjadi Rp8, 218 triliun karena kenaikan biaya energi, terutama dari harga batu bara, mengurangi marjin Laba Bruto menjadi 29,5 persen di Kuartal III/2022 dari 33,9 persen di Kuartal III/2021.
Padahal, INTP terus meningkatkan pemakaian konsumsi bahan bakar alternatif dari 12,2 persen pada akhir tahun 2021 menjadi 18,4 persen pada September 2022, termasuk peningkatan penggunaan batu bara berkalori rendah (LCV) dari 88 persen menjadi 91 persen.
Akibatnya, beban Usaha naik sebesar 3 persen dari Rp2,319 triliun menjadi Rp2,389 triliun disebabkan oleh kenaikan biaya transportasi dan penyusutan dari penyewaan aset-aset mencakup penambahan sewa pada tahun 2022.
Lalu, penurunan pendapatan pperasi lain-neto sebesar 19,2 persen dari Rp137,8 miliar menjadi Rp111,4 miliar pada Kuartal III/2022 disebabkan oleh penurunan dari keuntungan penjualan material sisa.
Akibatnya, pada Kuartal III/2022, marjin Laba Usaha turun dari 13,3 persen menjadi 10 persen dan Marjin EBITDA berkurang dari 22,3 persen menjadi 17,5 persen.
Terlebih, perseroan mencatatkan Pendapatan Keuangan-Neto yang lebih rendah 75,4 persen dari Rp112,8 miliar di Kuartal III/2021 menjadi Rp27,7 miliar karena posisi kas yang lebih rendah dari program pembelian saham kembali.
Walau beban Pajak Penghasilan-Neto turun 21,9 persen dari Rp331,9 miliar menjadi Rp259,3 miliar disebabkan oleh penurunan laba. tapi Laba Periode Berjalan turun 21,6 persen dari Rp1.208,3 miliar menjadi Rp946,9 miliar untuk Kuartal III/2022.
Untuk diketahui, pembayaran dividen tahun lalu termasuk program pembelian kembali saham yang telah dilakukan sejak Desember 2021 sebesar Rp2,72 triliun sampai dengan September 2022, Perseroan membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp3,5 triliun.
Arus kas yang kuat yang dihasilkan dari operasi dan upaya yang gigih dari manajemen untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk mempertahankan Neraca Keuangan yang tangguh.

