Siap Amankan Pasokan Listrik Nataru, PLN Kerahkan 31Ribu Personel Pengaman
Pasardana.id - PT PLN (Persero) menerjunkan sedikitnya 31.500 personel pengamanan pasokan listrik nasional dalam kondisi andal selama Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.
Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan tempat tempat prioritas pengamanan seperti rumah ibadah, fasilitas kesehatan, dan kantor pemerintahan.
"Kami PLN siap memasok listrik andal bagi masyarakat yang ingin menikmati libur dengan tenang dan aman," kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulis, Minggu, (11/12).
Darmawan menjelaskan, total daya mampu listrik sebesar 42.783 megawatt (MW), sedangkan untuk beban puncak harian secara nasional mencapai 38.237 MW.
Dengan kondisi ini, PLN memastikan bisa melistriki semua kebutuhan lapisan masyarakat saat libur Nataru.
"Saat ini, PLN juga memiliki cadangan daya mencapai 4.546 MW. PLN pastikan pelayanan ke masyarakat aman," tambah Darmawan.
PLN juga akan khusus memprioritaskan pasokan listrik andal di wilayah yang mayoritas merayakan Natal, seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sumatra Utara.
Selain pasokan listrik, khusus di wilayah prioritas seperti Gereja, Rumah Sakit, kantor pemerintahan serta titik destinasi wisata PLN menyiagakan infrastruktur pendukung kelistrikan.
PLN menyiagakan 2.665 unit infrastruktur tambahan berupa Genset, Unit Gardu Bergerak (UGB), dan Uninterruptible Power Supply (UPS).
"Infrastruktur tambahan ini siap menjadi cadangan suplai pasokan saat listrik di tempat prioritas terjadi gangguan," ujar Darmawan.
Adapun sebanyak 2.331 Posko Siaga Nataru di seluruh Indonesia yang berlokasi di titik vital dan pusat keramaian masyarakat serta kantor PLN.
Posko Siaga Nataru ini siap melayani 24 jam kebutuhan layanan listrik para pelanggan.
Darmawan kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada di tengah musim penghujan saat ini karena kondisi cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan terjadinya gangguan listrik.
Kata Dia, masyarakat yang hendak berpergian keluar kota untuk bisa mengamankan listrik rumahnya masing-masing dengan mematikan sambungan listrik dan juga memastikan semua barang elektronik dalam kondisi mati.

