Menkeu Yakin Strategi Fiskal RI Buat Arus Modal Asing Semakin Banyak Masuk

Foto : Dok. Humas Kemenkeu

Pasardana.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja dengan International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia (World Bank), lembaga pemeringkat, hingga 18 investor global.

Dalam momen tersebut, Menkeu Purbaya menjelaskan strategi fiskal dalam negeri di bawah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita ketemu 18 investor besar, di antara yang besar adalah Goldman Sachs sama Fidelity, di samping yang lain juga besar-besar. Mereka sepertinya pengin menanyakan, ingin tahu komitmen kita terhadap pertemuan, terhadap anggaran seperti apa, dan masuk akal enggak," ucap Menkeu Purbaya, dikutip pada Kamis (16/4).

Dari penjelasannya itu, Menkeu menyakini kalau arus modal asing akan lebih banyak yang masuk Indonesia.

Pasalnya, sektor yang diminati para investor global berasal dari sektor keuangan, mulai dari fixed income hingga equity.

"Tadi sih campur, ada yang sebagian fixed income, tapi sebenarnya sebagian juga dari equity. Jadi harusnya ini financial sector ya, bukan FDI (foreign direct investment)," katanya.

Menkeu juga menyakini, kalau pertemuanya itu bakal menghasilkan semakin banyaknya dana asing yang masuk RI, terutama pasar modal saham.

"Jadi harusnya sih enggak lama lagi akan masuk ke Indonesia dan akan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi," ujar dia.

Di pertemuan itu, Menkeu menjelaskan strategi fiskal RI dengan detail dan komprehensif, mulai dari apa yang dilakukan dampaknya ke anggaran, hingga efeknya ke pertumbuhan ekonomi.

"Jadi mereka suka sekali dengan penjelasan kita bahwa kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian kebijakan fiskal," lanjutnya.

Bendahara Negara juga mengakui kalau para investor global bingung kenapa Indonesia bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih cepat di tengah krisis global.

"Sepertinya selama ini mereka masih agak bingung dengan kebijakan kita. Terutamanya mereka bingung, kenapa kita bisa tumbuh lebih cepat tapi anggarannya tetap terkendali. Kita jelaskan dengan gamblang pada pertemuan tadi pagi," katanya.