Imbal Hasil SUN Berdenominasi Mata Uang Asing Diperdagangan Akhir Pekan Lalu, Naik Bervariasi
Pasardana.id - Dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang asing pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (7/10/2016), koreksi harga kembali terjadi meskipun tidak sebesar perdagangan di hari Kamis sehingga kembali mendorong terjadinya kenaikan imbal hasilnya.
Imbal hasil dari INDO-20 ditutup dengan kenaikan sebesar 3 bps di level 2,276% setelah mengalami koreksi harga sebesar 10 bps. Sementara itu imbal hasil dari INDO-26 dan INDO-46 masing - masing ditutup naik sebesar 2 bps di level 3,298% dan 4,362% setelah mengalami koreksi harga sebesar 18 bps dan 35 bps.
Adapun imbal hasil surat utang global pada perdagangan di akhir pekan ditutup bervariasi, dimana imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup turun terbatas pada level 1,723% dari posisi penutupan sebelumnya di level 1,738% bergerak cukup berfluktuasi merespon data sektor tenaga kerja Amerika.
Sementara itu, imbal hasil surat utang Jerman (Bund) dengan tenor yang sama ditutup dengan mengalami kenaikan pada level 0,014% dari posisi penutupan sebelumnya di level -0,020% di tengah spekulasi akan dikuranginya jumlah pembelian aset oleh Bank Sentral Eropa, mendorong imbal hasil surat utang Jerman kembali pada teritori positif setelah cukup lama berada pada teritori negatif (negative yield).
Adapun imbal hasil dari Surat Utang Jepang ditutup pada level -0,064% mengalami penurunan terbatas dari posisi penutupan sebelumnya di level -0,063%.
Menurut analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra, pada hari Jum'at waktu setempat, Badan Statistik Amerika menyatakan bahwa di bulan September terjadi peningkatan angka pengangguran (unemployment rate) dari 4,90% di bulan Agustus menjadi 5,0% dimana analis memperkirakan masih akan berada di level 4,9%.
Selain itu, data penambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian (Nonfarm Payrolls) untuk periode September 2016 tumbuh sebesar 156 ribu tenaga kerja, dibawah estimasi yang sebesar 168 ribu tenaga kerja serta di bawah pertumbuhan pada periode sebelumnya yang sebesar 167 ribu tenaga kerja.
"Data sektor tenaga kerja yang tumbuh di bawah estimasi tersebut kami perkirakan akan menjadi katalis bagi perdagangan Surat Utang Negara dalam jangka pendek," jelas I Made kepada Pasardana.id, di Jakarta, Senin (10/10/2016).

