Pembukaan IHSG Melemah 3%, OJK Sebut Bersifat Sementara

Foto : istimewa

Pasardana. Id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka melemah hingga 3% ke level 5273. Bahkan dalam kondisi itu, asing melakukan aksi jual hingga Rp1,1 triliun pada pukul 10.45 WIB.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida, pasar modal seluruh dunia sudah saling terhubung sehingga setiap peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain akan berdampak pada pasar modal dalam negeri.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Misalnya saat hasil pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat diumumkan dengan kemenang Trump, pasar bereaksi turun signifikan, namun kemarin rebound kembali,ââÅ¡¬ ujar dia di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Namun dalam kondisi ini, Nurhaida berharap pelaku pasar tetap percaya diri sebab dampak dari sentimen Pilpres AS hanya sementara. Selain itu, sentimen yang perlu dicermati dari Amerika Serikat yakni penentuan suku bunga acuan The Federal Reserve pada bulan Desember 2016.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Memang biasanya kalau FFR naik sebagai cerminan perbaikan ekonomi AS maka banyak fund manager akan mengalihkan portofolionya, sehingga terjadi aksi jual di pasar modal kita,ââÅ¡¬ terang dia.

Untuk itu, perlu peningkatkan kepercayaan pelaku pasar dengan adanya infrastruktur pasar modal yang kokoh dan pasar modal yang likuid.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Itu terjadi jika pasar modal kita deep atau dalam dengan likuiditas yang tinggi, yang terlihat dari suply dan demand dan kami telah mempercepat proses IPO (initial public offering) misalnya,ââÅ¡¬ terang dia.

Sementara itu, analis Pasar Modal, Hans Kwee menyatakan, bahwa turunnya IHSG secara siginifikan hari ini karena menguatnya mata uang dollar Amerika Serikat akibat perkiraan kebijakan belanja dan capital out flow pemerintahan Donald Trump.

ââÅ¡¬Saya khawatir fenomena ini agak lama karena penguatan ekonomi Amerika Serikat,ââÅ¡¬ terang dia.

Hans melanjutkan, rencana kebijakan Trump yang cenderung mendukung dunia usaha dengan menurunkan pajak akan menjadi daya tarik bagi pemilik modal AS untuk membawa pulang modalnya dari negera lain.