ANALIS MARKET (24/4/2026): IHSG Diperkirakan Bergerak Variatif Namun Cenderung Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (23/4), IHSG ditutup melemah -163 poin (-2,16%) ke level 7.378,61.

IHSG kembali bergerak melemah akibat minimnya sentimen positif dari dalam negeri serta ketidakpastian kondisi global yang masih tinggi.

Tekanan utama datang dari nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah sepanjang masa (all-time low) di level Rp17.315 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/4), yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan pasokan di Selat Hormuz.

Sementara itu, dari sisi eksternal, tensi geopolitik sedikit mereda setelah Donald Trump menyatakan gencatan senjata tetap berlaku sambil menunggu proposal perdamaian dari Iran, meskipun pelaku pasar kini tetap bersikap waspada sambil menantikan rilis data klaim pengangguran dan PMI Amerika Serikat untuk membaca arah ekonomi ke depan.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,36%), S&P 500 (-0,41%), & Nasdaq (-0,89%).

Pelemahan tersebut akibat kombinasi antara ketidakpastian geopolitik dan sentimen negatif dari laporan keuangan emiten teknologi.

Eskalasi situasi di Timur Tengah, termasuk blokade di Selat Hormuz dan laporan mengenai aktivitas sistem pertahanan udara di Teheran, memicu kekhawatiran pasar serta mendorong lonjakan harga minyak mentah WTI di atas $106 per barel.

Tekanan tersebut diperparah oleh hasil laporan kuartalan yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar seperti IBM dan ServiceNow, serta meningkatnya skeptisisme investor terhadap rencana pengeluaran besar Tesla di bidang AI dan robotika, yang pada akhirnya memicu aksi jual pada saham-saham sektor teknologi lainnya.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif namun cenderung melemah (mixed to lower), sembari wait & see perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (24/4).