ANALIS MARKET (10/10/2017) : Ada Potensi Rupiah Menguat Dibawah Rp.13.500 per USD dengan Penjagaan BI

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id †Riset harian Samuel Aset Manajemen menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed terindikasi dari indeks futures-nya yang bervariasi, tetapi ada kemungkinan indeks akan terkoreksi terbawa sentimen harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.

Sedangkan mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.500 - Rp.13.515 per USD.

“Meski demikian, ada potensi ditutup dibawah Rp.13.500 per USD dengan penjagaan Bank Indonesia,†jelas Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen dalam laporan risetnya yang dilansir dari laman resmi Samuel Aset Manajemen, Selasa (10/10/2017).

Lebih lanjut, riset juga menyebutkan, survei BI untuk penjualan eceran (ritel) di bulan Agustus tercatat minus 3,8% mom (2,2% yoy), membaik dibandingkan bulan Juli yang tercatat minus 9,7% mom (minus 3,3% yoy).

Tren penjualan ritel secara tahunan sudah melewati titik terendahnya pada Juli 2017. Namun pada Q3-2017 penjualan ritel masih melambat dibandingkan Q2-2017.

“Kemungkinan konsumsi rumah tangga pada Q3-2017 akan melambat dibandingkan Q2-2017 sebesar 4,85% yoy, dan Q3-2016 sebesar 5,04% yoy,†terang Lana.

Sementara itu, beberapa isu yang menjadi perhatian investor minggu ini: 1). Konflik Turki-AS; 2). Perseteruan presiden Trump dengan Senator Republikan; 3). Notulensi pertemuan The Fed September yang akan diumumkan pada Rabu ini.

“Isu Turki tampaknya akan menjadi faktor risiko yang perlu dipertimbangkan sebagai sentimen negatif untuk EMS,†tandas Lana.