ANALIS MARKET (12/12/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Rp.14.040 - Rp.14.060 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel asset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia cenderung naik terbawa sentimen positif dari naiknya indeks di hampir semua bursa global semalam, sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar yang mestinya menjadi sentimen penguatan rupiah.
“Tetapi kemungkinan rupiah cenderung melemah karena meningkatnya permintaan dolar AS menjelang akhir tahun di kisaran Rp.14.040 - Rp.14.060 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Kamis (12/12/2019).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Bank Dunia proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5% di tahun 2019 dan menjadi 5,1% di tahun 2020 tetapi konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat dari 5,2% tahun 2019 menjadi 5,1% tahun 2020, sementara tingkat inflasi akan naik karena naiknya administered prices.
Sumber pertumbuhan yang membaik diperkirakan dari ekspor seiring dengan perkiraan membaiknya ekonomi global.
Sementara itu, dari factor eksternal, The Fed putuskan suku bunga tetap pada 1,5%-1,75% pada pertemuan 10-11 Desember kemarin.
The Fed juga sinyalkan kemungkinan suku bunga akan tetap di level saat ini di sepanjang tahun tahun 2020 dan kemungkinan naik di tahun 2021.
Suku bunga ini dianggap masih tepat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang mendekati target.

