ANALIS MARKET (11/11/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (10/11), IHSG ditutup melemah 103,24 poin (-1,46%) ke level 6.966,84. IHSG melemah diiringi dengan net foreign sell sebesar Rp897,30 miliar yang disebabkan oleh sikap defensif investor di tengah pemilihan paruh waktu Kongres AS.

Kebijakan pajak dan rencana pengeluaran di masa depan menjadi isu penting yang dipengaruhi oleh partai dengan kursi DPR AS terbanyak nantinya.

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah 0,30% terhadap dollar AS menjadi Rp15.701 (JISDOR).

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat setelah rilis data inflasi yang lebih lemah meningkatkan harapan bahwa The Fed dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam pertemuan mendatang.

Inflasi AS turun menjadi 7,7% (Oct-22), sebelumnya 8,2% (Sep-22) atau lebih rendah dari konsensus 8%.

Pembacaan inti juga mengejutkan sisi bawah, menempatkan tekanan ke bawah pada dolar dan imbal hasil Treasury dan menggerakkan pasar uang untuk memberi harga pada tingkat terminal Fed di bawah 5%, dengan imbal hasil turun paling banyak dalam satu hari dalam satu dekade.

Akibatnya, saham teknologi dan pertumbuhan yang peka terhadap kebijakan, memimpin kenaikan dengan Amazon, Meta, Nvidia, dan Alphabet melonjak antara 8%-14%.

DJIA (+3,70%), S&P500 (+5,54%), dan Nasdaq (+7,35%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung menguat didorong ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung tidak terlalu agresif pasca rilis data inflasi AS yang lebih lemah dari consensus,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (11/11/2022).