ANALIS MARKET (10/10/2023) : IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (09/10), IHSG ditutup menguat +0,04% ke level 6.891,46.

Pelaku asing mencatatkan net buy sebesar Rp 85,81 miliar (semua pasar) dan net buy sebesar Rp28,09 miliar (RG pasar).

Saham-saham yang masuk dalam 5 besar net buy asing adalah BBNI (104.1M), ASII (85.6M), TLKM (57.8M), AMRT (42,7B), & UNTR (33,9B).

Sementara itu, 5 besar saham yang mencatat net seller asing adalah BBRI (261,0 miliar), GOTO (25,4 miliar), UNVR (15.6B), BBCA (15.5B), AKRA (12.9B).

Sementara itu, Indeks utama Wall Street ditutup menguat (DJI +0.59%, GSPC +0,63%, IXIC +0,39%).

EIDO ditutup -0,68%. Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson mengatakan para pejabat perlu “bertindak hati-hati”, menyeimbangkan risiko pengetatan yang terlalu ketat.

Sementara itu, deklarasi perang Israel terhadap Hamas, setelah serangan kelompok itu pada hari Sabtu (07/10), berkontribusi terhadap kenaikan harga minyak.

Di sisi lain, secara teknikal, diperdagangan kemarin (09/10), IHSG ditutup melemah dengan candle bearish.

Tren utama sideways, tren sekunder sideways, dan minor tren bearish pada fase distribusi.

Indikator stochastic death cross, histogram MACD adalah miring (garis miring) dan volumenya turun.

Jika kembali bergerak bearish, maka IHSG diperkirakan akan kembali melemah hingga kisaran support 6.841 – 6.882.

Jika IHSG mampu bergerak bullish maka IHSG berpeluang mencapai resistance di kisaran 6.906 – 6.957.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya hingga ke level support berikutnya,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Selasa (10/10).