ANALIS MARKET (10/10/2024) : IHSG Berpotensi Melemah
Pasardana.id - Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup cenderung menguat pada Rabu (09/10): Dow +0.30%, S&P 500 +0.71%, Nasdaq +0.60%. Dow dan S&Pp 500 naik karena laporan inflasi yang menunjukkan pelemahan. Yield UST 10Y naik +0.054 (+1.34%) ke 4,078, dan USD Index naik +0.37% ke 102.9.
Pasar komoditas ditutup melemah pada Rabu (09/10): Minyak WTI -0.66% menjadi USD 73.4/bbl, batu bara -1.59% menjadi USD 145.4/ton, nikel -1.46% menjadi USD 17,499/ton, CPO -0.47% menjadi MYR 4,251, dan emas -0.57% menjadi USD 2,608/toz.
Bursa Asia cenderung melemah pada Rabu (09/10): Kospi tutup, Nikkei +0.87%, Hang Seng -1.38%, dan Shanghai -6.62% sementara IHSG ditutup melemah pada level 7,501 (-0.74%), dengan keseluruhan net sell sebesar IDR 2533 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar IDR 560.4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar IDR 1972.6 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (IDR 323.8 miliar), BMRI (IDR 95.3 miliar), dan ASII (IDR 82.4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (IDR 58.5 miliar), MDKA (IDR 51.7 miliar), dan BBNI (IDR 38.5 miliar). Top leading movers emiten BBCA, HEAL, DSSA, sementara top lagging movers emiten BMRI, BBRI, ASII.
Adapun diperdagangan Kamis (10/10) pagi ini, Nikkei dan KOSPI dibuka menguat +0.79% dan +0.52%.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini dikarenakan kondisi market regional dan komoditas yang bergerak melemah,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Kamis (10/10).

