ANALIS MARKET (11/11/2024) : IHSG Masih Berpotensi Terkoreksi Kembali

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup naik 0.6% diperdagangan Jumat (08/11) kemarin, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp2.21 Triliun, efek outflow setelah Trump terpilih sebagai presiden US. 

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, BBNI dan ADRO.

Sementara itu, Indeks-indeks Wall Street kembali naik pada Jumat (8/11), dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high). Dow Jones (DJIA) naik 0,59% ke level 43.988,99, S&P 500 menguat 0,38% menjadi 5.995,54, dan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,09% menjadi 19.286,78. Selain itu, saham-saham yang terkait dengan Trump, seperti saham Tesla melonjak 8,2%. Saham Axon Enterprises, perusahaan teknologi untuk kepolisian, meningkat lebih dari 28% setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Saham Trump Media juga melesat 15% setelah presiden terpilih menyatakan tidak berniat menjual sahamnya di perusahaan media sosial tersebut. Kenaikan saham minggu ini juga didorong oleh keputusan The Fed yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada Kamis. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan optimismenya tentang perekonomian dalam konferensi pers usai pengumuman tersebut.

Di sisi lain, Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan akhir pekan, Jumat (8/11). Hal tersebut didorong setelah the Fed memangkas suku bunga acuan 25 bps dan Wall Street melanjutkan penguatan setelah pemilu AS. Selain itu, investor akan mencermati hari terakhir Kongres Rakyat Nasional China yang akan umumkan stimulus fiskal untuk mendukung ekonomi terbesar kedua di dunia. Sementara itu, pengeluaran rumah tangga Jepang pada September menurun lebih lambat dari perkiraan. Pengeluaran rumah tangga riil turun 1,1%, lebih rendah dari perkiraan penurunan 2,1%. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,30%, dan Topix turun tipis 0,03%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,14%, sedangkan Kosdaq bertambah 1,34%. Selain itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,66%, indeks CSI 300 menurun 1,11%. Sementara, indeks ASX 200 Australia menguat 0,84%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (11/11), Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, “IHSG masih berpotensi terkoreksi kembali karena masih derasnya outflow asing di big banks, dan juga menunggu data inflasi US di pertengahan minggu ini. Support IHSG: 7200-7250 dan Resist IHSG: 7320-7380.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu; KLBF, ICBP, ADRO, CPIN, AMRT, dan LEAD.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

KLBF: Spec Buy

Beli di 1540, cutloss jika break di bawah 1525.

Jika tidak break di bawah 1540, potensi naik ke 1570-1590 short term.

ICBP: Spec Buy

Beli di 12100, cutloss jika break di bawah 12000.

Jika tidak break di bawah 12000, potensi naik ke 12200-12300 short term.

ADRO: Buy on Weakness

Beli di 3790, cutloss jika break di bawah 3740.

Jika tidak break di bawah 3740, potensi naik ke 3880-3930 short term.

CPIN: Buy on Weakness

Beli di 4860, cutloss jika break di bawah 4800.

Jika tidak break di bawah 4800, potensi naik ke 4900-4950 short term.

AMRT: Buy on Weakness

Beli di 3070-3110, cutloss jika break di bawah 3020.

Jika tidak break di bawah 3020, potensi naik ke 3160-3220 short term.

LEAD: Spec Buy

Beli di 137-138, cutloss jika break di bawah 134.

Jika tidak break di bawah 134, potensi naik ke 142-146 short

term.