ANALIS MARKET (10/10/2025): IHSG Berpotensi Kembali Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (09/10) ditutup naik 1.04%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.48 Triiun.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, BUMI, AADI, dan BBNI.

Sementara itu, Bursa saham AS, Wall Street, ditutup melemah pada Kamis (9/10) waktu setempat. Investor memilih menahan diri sambil menunggu dimulainya musim laporan keuangan 3Q25. Dow Jones terkoreksi 0,52%, S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq melemah 0,08%. Rally besar di Wall Street dalam tiga tahun terakhir banyak ditopang oleh saham teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, pemerintah AS sudah memasuki hari kesembilan penutupan (shutdown) sehingga pasar kehilangan akses pada data ekonomi penting. Kini, perhatian investor tertuju pada komentar pejabat The Fed terkait prospek pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun. Presiden The Fed New York, John Williams, dalam wawancara dengan New York Times, mengisyaratkan dukungan terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut karena pelemahan pasar tenaga kerja. Di sisi emiten, saham Delta Air Lines naik 4,3% setelah membukukan laba Q3 di atas ekspektasi. Costco Wholesale juga terangkat 3,1% usai merilis data penjualan September, sedangkan Albemarle menguat 5,3% setelah target harga sahamnya dinaikkan TD Cowen di tengah kabar China memperketat ekspor mineral tanah jarang. Sepekan ke depan, perhatian pasar akan beralih ke laporan keuangan bank besar seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Citigroup, dan Wells Fargo yang menandai awal resmi musim laporan laba kuartal III.

Di sisi lain, Pasar saham Asia kembali melanjutkan rally pada Kamis (9/10), seiring investor penguatan saham-saham terkait AI. Sementara itu, harga emas bertahan di atas level US$ 4.000 per ons dan US$ tetap menguat, sedangkan harga minyak terkoreksi setelah kabar kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Harga minyak turun karena meredanya ketegangan geopolitik setelah Israel dan Hamas dilaporkan mencapai tahap pertama rencana gencatan senjata untuk mengakhiri konflik dua tahun terakhir. Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan akan mengunjungi Mesir akhir pekan ini untuk membahas langkah lanjutan dari kesepakatan tersebut. Di sisi lain, saham SoftBank melesat lebih dari 10% pada Kamis (9/10) setelah raksasa teknologi asal Jepang itu mengumumkan rencana besar, dengan membeli divisi robotika milik perusahaan teknik asal Swiss, ABB, dengan nilai transaksi mencapai US$ 5,4 miliar. Langkah tersebut semakin memperkuat ambisi SoftBank untuk memperluas jangkauan di bidang AI. Indeks Nikkei Jepang naik 1,77%, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, indeks Taiex Taiwan naik 0,88%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,25%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 0,29%. Sementara itu, bursa Korea Selatan tutup karena libur nasional.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (10/10), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8130-8200 dan Resist IHSG: 8270-8300.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MDKA, BRMS, PTRO, MINA, SCMA, dan SSIA.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

MDKA, Spec Buy dengan area beli di 2240-2300, cutloss di bawah 2200. Target jual dekat di 2360-2440.

BRMS, Spec Buy dengan area beli di 930-945, cutloss di bawah 920. Target jual dekat di 960-980.

PTRO, Spec Buy dengan area beli di 7000-7075, cutloss di bawah 6925. Target jual dekat di 7175-7250.

MINA, Spec Buy dengan area beli di 218-224, cutloss di bawah 214. Target jual dekat di 232-250.

SCMA, Spec Buy dengan area beli di 446, cutloss di bawah 436. Target jual dekat di 460-474.

SSIA, Spec Buy dengan area beli di 1920-1970, cutloss di bawah 1860. Target jual dekat di 2080-2140.