ANALIS MARKET (31/3/2026): IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (30/3) ditutup turun 0.08%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp678 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, CUAN dan TLKM.

Sementara itu, Indeks-indeks saham utama Wall Street ditutup beragam dengan mayoritas turun pada perdagangan Senin (30/3), seiring tertekan kenaikan harga minyak dan koreksi saham teknologi. Indeks S&P 500 turun 0,39%, dan Nasdaq Composite melemah 0,73%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,11%. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate sebesar US$ 102,88 per barel, dan harga minyak Brent mencapai US$112,78 per barel. Di sisi lain, ketua The Fed Jerome Powell menyatakan, ekspektasi inflasi masih relatif terkendali dalam jangka panjang meski harga energi meningkat. Ia menegaskan bank sentral belum akan mengambil langkah kebijakan dalam waktu dekat karena dampak ekonomi dari lonjakan harga minyak dan konflik geopolitik masih belum pasti. Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump memberi sinyal positif bahwa konflik dengan Iran berpotensi mereda. Ia menyebut AS tengah melakukan pembicaraan serius dengan pihak yang lebih moderat. Namun, Trump juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan damai tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka, AS siap menghancurkan fasilitas energi utama Iran. Sebelumnya, Trump menyebut Iran telah menyetujui sebagian besar rencana damai yang diajukan AS, termasuk membuka jalur bagi kapal tanker minyak.

Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik pada perdagangan Senin (30/3), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan di kawasan Teluk yang mendorong kenaikan harga minyak dan risiko inflasi global. Indeks saham Nikkei 225 Jepang anjlok 2,8%, dan Topix turun 2,9%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,81%, CSI 300 China melemah 0,24% dan ASX 200 Australia berkurang 0,65%. Sementara pasar Korea Selatan Kospi turun 2,97%, dan Kosdaq melemah 3,02%. Tekanan pasar disebabkan oleh kenaikan harga energi setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat, termasuk ancaman gangguan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (31/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi menguat terbatas hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6900-7000 dan Resist IHSG: 7150-7280.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: INCO, ENRG, BIPI, RATU, RAJA, dan BULL.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

INCO Buy on Weakness dengan area beli di 5025-5100, cutloss di bawah 4930. Target dekat di 5250-5350.

ENRG Spec Buy dengan area beli di 1600, cutloss di bawah 1570. Target dekat di 1690-1760.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 190-193, cutloss di bawah 190. Target dekat di 199-205.

RATU Buy on Weakness dengan area beli di 4800-4950, cutloss di bawah 4750. Target dekat di 5100-5275.

RAJA Buy on Weakness dengan area beli di 3520-3700, cutloss di bawah 3500. Target dekat di 3800-3900.

BULL Spec Buy dengan area beli di 320-334, cutloss di bawah 320. Target dekat di 342-356.        

Disclaimer on