ANALIS MARKET (22/4/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (21/4), IHSG ditutup melemah -34,73 poin (-0,46%) ke level 7.559,38.
Pelemahan IHSG disebabkan sikap MSCI yang masih tetap mempertahankan kebijakan pembekuannya terhadap Bursa Indonesia.
Di saat yang sama, tekanan cukup besar di saham BREN (-9,47%) dan DSSA (-14,98%) akibat katalis HSC (High Shareholding Concentration) turut menjadi pemberat kemarin.
Dari eksternal, ketidakpastian perkembangan Timur Tengah masih tinggi, khususnya perang antara AS-Iran.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,59%), S&P 500 (-0,63%), & Nasdaq (-0,59%).
Pelemahan tersebut karena investor khawatir gencatan senjata AS-Iran akan berakhir tanpa kesepakatan damai, terutama setelah kunjungan Wapres JD Vance tertunda akibat kurangnya komitmen Teheran.
Namun, ketegangan sedikit mereda setelah Presiden Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata tersebut, sembari menunggu proposal perdamaian yang solid dari pemerintah Iran yang ia nilai sedang mengalami perpecahan internal.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung mixed sembari wait & see perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (22/4).

