ANALIS MARKET (17/4/2026): IHSG Berpotensi Rebound
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (16/4) ditutup turun 0.03%, disertai dengan net sell asing sebesar 1 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, ASII dan BREN.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street kompak mencetak kinerja impresif pada penutupan perdagangan Kamis (16/4). Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, didorong optimisme pasar terhadap potensi berakhirnya konflik Iran. Indeks S&P 500 naik 0,26%, Nasdaq menguat 0,36% dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,24%. Penguatan pasar didorong sentimen positif setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi, telah berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Israel dan Lebanon sepakat melakukan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 17.00 waktu AS. Langkah penghentian serangan Israel ke Lebanon disebut menjadi salah satu syarat penting untuk membuka kembali negosiasi antara AS dan Iran. Trump juga mengungkapkan bahwa pembicaraan lanjutan antara kedua negara berpotensi digelar dalam waktu dekat. Sebelumnya, Trump menyatakan, perang dengan Iran sudah ‘sangat dekat untuk berakhir’ dan mengklaim Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan damai. Meski demikian, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas.
Di sisi lain, Bursa saham Asia sebagian besar menguat pada perdagangan Kamis (16/4), didorong optimisme tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik Iran. Sentimen positif muncul seiring meningkatnya tekanan AS terhadap Teheran, serta pelaku pasar yang bersiap menghadapi rilis data ekonomi dan laporan kinerja emiten. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,38%, dan Topix melesat 1,17%. Sedangkan, Kospi Korea Selatan meningkat 2,21%, dan Kosdaq naik 0,91%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 1,72%, CSI 300 China naik 1,1%, dan Taiex Taiwan bertambah 1,12%. Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia turun 0,26%. Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,16%, dan FTSE Malay KLCI turun 0,27%. Selain itu, pelaku pasar kini menanti sejumlah data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan Australia dan produk domestik bruto (PDB) China. Raksasa semikonduktor Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dijadwalkan merilis kinerja keuangan, dengan ekspektasi lonjakan laba bersih hingga 50% seiring tingginya permintaan chip canggih untuk AI.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (17/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi rebound hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 7580-7600 dan Resist IHSG: 7650-7730.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: CDIA, AKRA, AMMN, INET, INDY, dan BUMI.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
CDIA Spec Buy dengan area beli di 1130-1175, cutloss di bawah 1130. Target dekat di 1210-1270.
AKRA Spec Buy dengan area beli di 1440-1445, cutloss di bawah 1430. Target dekat di 1460-1480.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 5500-5600, cutloss di bawah 5450. Target dekat di 5850-6125.
INET Spec Buy dengan area beli di 318-326, cutloss di bawah 312. Target dekat di 332-344.
INDY Spec Buy dengan area beli di 3490-3530, cutloss di bawah 3460. Target dekat di 3570-3650.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 248-250, cutloss di bawah 248. Target dekat di 254-258.
Disclaimer on

