ANALIS MARKET (21/4/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (20/4), IHSG ditutup melemah -39,89 poin (-0,52%) ke level 7.594,11.

Pelemahan IHSG dipicu oleh minimnya katalis positif domestik serta depresiasi nilai tukar Rupiah, yang diperburuk oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Teluk Oman setelah Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo Iran.

Eskalasi ini semakin memanas setelah Iran membatalkan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai respons atas penolakan Washington untuk mencabut blokade pelabuhan, sehingga menciptakan ketidakpastian global yang menekan sentimen pasar.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,01%), S&P 500 (-0,24%), & Nasdaq (-0,26%).

Pasar terbebani oleh kembalinya ketegangan geopolitik menyusul hambatan dalam negosiasi dengan Iran.

Presiden AS Trump menyatakan kecil kemungkinan ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran jika kesepakatan tidak tercapai sebelum pekan ini berakhir, sembari menambahkan bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokir hingga kesepakatan difinalisasi.

Perkembangan ini mendorong kenaikan harga minyak.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung tertekan seiring tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (21/4).