ANALIS : Harga SUN Berpeluang Naik, Sentimen Global Jadi Pemicu

foto : istimewa

Pasardana.id - Pada perdagangan hari ini diperkirakan harga Surat Utang Negara akan berpeluang untuk mengalami kenaikan setelah pada sepekan sebelumnya bergerak dengan kecenderungan mengalami penurunan.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kenaikan harga akan didukung oleh data sekor tenaga kerja Amerika di bulan September 2016 yang tumbuh dibawah perkiraan,ââÅ¡¬ kata analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra kepada Pasardana.id, di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Lebih lanjut dijelaskan, pada hari Jum'at waktu setempat, Badan Statistik Amerika menyatakan bahwa di bulan September terjadi peningkatan angka pengangguran (unemployment rate) dari 4,90% di bulan Agustus menjadi 5,0% dimana analis memperkirakan masih akan berada di level 4,9%.

Selain itu data penambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian (Nonfarm Payrolls) untuk periode September 2016 tumbuh sebesar 156 ribu tenaga kerja, dibawah estimasi yang sebesar 168 ribu tenaga kerja serta di bawah pertumbuhan pada periode sebelumnya yang sebesar 167 ribu tenaga kerja.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Data sektor tenaga kerja yang tumbuh di bawah estimasi tersebut kami perkirakan akan menjadi katalis bagi perdagangan Surat Utang Negara dalam jangka pendek,ââÅ¡¬ jelas I Made.

Adapun imbal hasil surat utang global pada perdagangan di akhir pekan ditutup bervariasi dimana imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup turun terbatas pada level 1,723% dari posisi penutupan sebelumnya di level 1,738% bergerak cukup berfluktuasi merespon data sektor tenaga kerja Amerika.

Sementara itu, imbal hasil surat utang Jerman (Bund) dengan tenor yang sama ditutup dengan mengalami kenaikan pada level 0,014% dari posisi penutupan sebelumnya di level -0,020% di tengah spekulasi akan dikuranginya jumlah pembelian aset oleh Bank Sentral Eropa, mendorong imbal hasil surat utang Jerman kembali pada teritori positif setelah cukup lama berada pada teritori negatif (negative yield). Adapun imbal hasil dari Surat Utang Jepang ditutup pada level -0,064% mengalami penurunan terbatas dari posisi penutupan sebelumnya di level -0,063%.

Sementara itu, faktor domestik yang akan mejadi katalis positif bagi pergerakan harga Surat Utang Negara adalah meningkatnya cadangan devisa di buan September 2016 serta adanya kesepakatan perpanjangan kerjasama bilateral swap arrangement (BSA) antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang senilai US$22,76 miliar. Kerjasama ini juga merupakan komitmen kedua otoritas bank sentral untuk menjaga stabilitas keuangan regional di tengah masih terus berlangsungnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Sedangkan secara teknikal, lanjut I Made, harga Surat Utang Negara masih berada pada area konsolidasi dengana danya sinyal penurunan harga untuk beberapa seri Surat Utang Negara dengan tenor di bawah 10 tahun. Kami perkirakan pasar Surat Utang Negara akan berpeluang mengalami kenaikan namun dengan volume tidak bagitu besar di tengah pelaku pasar yang masih akan menantikan pelaksanaan lelang penjualan Surat Utang Negara yang akan diadakan pada hari Selasa, 11 Oktober 2016.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Dengan kondisi tersebut kami sarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara dengan melakukan strategi trading jangka pendek di tengah kondisi pasar Surat Utang Negara yang masih beregrak berfluktuasi,ââÅ¡¬ tandasnya.